Satu sosok yang belum pernah berhenti. Bahkan tidak dapat berhenti atau dihentikan oleh apapun, kecuali oleh Pencipta. Dialah waktu. Daripada menyesal telah mengisi waktu-waktu dalam hidup ini dengan sia-sia, sudah sebijaknya kita menggunakan waktu dengan baik. Untuk melakukan perkara-perkara yang tidak bersifat semu atau sementara, tetapi bernilai kekal.
Hidup takut akan Tuhan, mengasihi Tuhan dan sesama. Sekarang sampai kesudahannya, kelak, saat waktu benar-benar dihentikan-Nya dan kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi, selain menyesal atau berbahagia.

Hai gor, lukisan dan perenungan yang baik sekali. Jadi teringat siang ini mendiskusikan hal yang mirip hal ini siang ini dengan 2 mahasiswa. Mari bekerja ketika hari masih siang, akan datang malam dimana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja lagi.
Tetap berkarya…
Pingback: Time : The Unstoppable Creature « dwi-ber-kata-kata