Para wanita di jaman modern ini bermimpi untuk menjadi mandiri dan dapat hidup berkelimpahan dengan uang hasil keringat mereka sendiri. Hidup mereka dipicu dengan menjadikan Louis Vuitton, Gucci, Hermes, dan teman-temannya sebagai motivasi. Mereka ingin terlihat mapan dan trendy.
Wanita menjadi sangat kompetitif di segala bidang. Kaum pria tidak bisa lagi melihat wanita dengan sebelah mata saja. Dalam beberapa kasus, wanita menjadi lebih unggul dibandingkan pria. Wanita bisa menguasai berbagai bidang seperti bisnis, politik, pendidikan, dan sebagainya. Setiap wanita bercita-cita dan berlomba menjadi wanita karir yang disegani, dihormati, dan kaya.
Sekarang mari kita melihat kesederhanaan wanita dibalik kemegahannya dalam berkarir. Setinggi apa pun jabatannya dalam perusahaan, segemerlap apa pun prestasinya di dunia kerja, dia tetap menjadi seorang ibu di rumah tangganya sendiri. Wanita yang sebenarnya adalah wanita yang melayani keluarganya dengan hati yang penuh kasih dan kesabaran. Wanita yang menjadikan keluarga sebagai prioritas dalam kesehariannya.
Dia memasak. Membersihkan rumah. Mengurus anak-anak. Belanja keperluan sehari-hari. Tampil menarik untuk sang suami. Dan pekerjaan-pekerjaan ini tidak mengenal jam kerja. Bahkan tidak ada insentif jika terjadi lembur atau over-time. Dia lelah namun tak mengeluh. Dan mengerjakan aktivitas harian yang kelihatannya “sepele” ini menjadi rutinitas untuk mengekspresikan cinta kepada keluarganya.
Rumah seharusnya menjadi kantor pusat dari kesibukan wanita.
Anak-anak dan suami seharusnya menjadi klien utama untuk menjadi perhatiannya. Jika Anda wanita yang berkarir, jangan lupa bahwa wanita adalah pilar yang berperan membuat rumah tangga tetap berdiri teguh. Anda bisa memilih untuk menjadikannya lebih kokoh, atau menghancurkannya.
(Tulisan dan perenungan : Dwi Hutapea. Ilustrasi : Tigor Boraspati)

Ada yg kurang di ilustrasinya,,tangan si wanita kurang banyak. Kalo perlu kaki juga dipake ;p.
Terima kasih atas tulisan kalian,,benar2 mengingatkan lagi
.
Terus berkarya!
Hi Frid..
Iya,menurutku juga tangan dan kaki masih kurang untuk seorang wanita seperti itu di era sekarang, hehehe..
Sama-sama, syukur klo bisa sedikit memberkati. Frid,sukses kehidupanmu ya sebagai wanita ^^, tetap di dalamNya
Pingback: Woman’s Life « dwi-ber-kata-kata
Woowww! Mantap bang, wi!
Sangat menginspirasi..
thx buat sharing nya yah.
keep writing.. Gbu
Hi Bro David. Sama-sama.
Syukurlah klo apa yg kami lakukan bisa menginspirasi.. kamu juga sukses yah! Terus menulis juga ok!
Take care brother!!!
Tulisan ini jd mengingatkan aku akan bos ku. Dia perempuan, punya dua anak yg masih kecil2. Suatu kali dia prnh cerita klo anaknya blg ‘mami nakal,suka kerja terus’. Bos ku itu memang wanita tough. Kerjaannya paling banyak dibanding manajer lain,dan paling sering diandalkan departemen lain. Perkataan anaknya itu dia jadikan teguran untuk lebih perhatian dng keluarganya.
Hehe..
Jadi wanita jaman sekarang memang harus bisa multitasking.. Tapi tidak boleh melupakan kewajiban utama sbg seorang ibu.
Makasi bang tigor dan ka dwi.
Gbu