Saya akui, mungkin saya adalah tipe orang yang mudah berjanji. Dan baru-baru ini, saya merasa ada orang-orang yang amat menantikan saya memenuhi janji itu. Walau mereka adalah anak-anak, bukan berarti janji bisa dilupakan begitu saja. Ya, saya berjanji membuatkan beberapa mainan dari bahan Styrofoam untuk Sean dan Jeremy, yang sudah saya anggap adik saya sendiri.
Ada satu yang semakin saya nikmati akhir-akhir ini, yaitu jika mendapati bahwa ada sesuatu yang bisa saya lakukan untuk sedikit memberi sukacita, memunculkan senyum bahkan tawa pada wajah adik-adik kecil seperti mereka. Tidak banyak memang. Tapi setidaknya ada ‘sedikit’ hal yang bisa dilakukan.
Kepuasan terbesar bukan saat prakarya sudah mendekati selesai dan siap diberikan pada mereka. Bukan itu. Tetapi rasa puas tertinggi muncul saat memandang wajah lugu mereka memancarkan rasa senang, bahagia, dan senyum saat menerima apa yang kita buat. Rasa puas melihat ada kebahagiaan yang dirasakan adik-adik kecil. Anak-anak yang dikasihi Tuhan. Mereka bahagia, saya lebih lagi!
Berikut sedikit tahapan proses. Segala sesuatu diawali sketsa di kertas. Dekatkan bahan-bahan dan alat-alat seperti cutter, double tape, dan kertas-kertas warna. Jangan lupa pensil dan penggaris. Dan petualangan sederhana pun dimulai. Enjoy!

Let’s rock guys! ^.^
